Kabaintelkam Polri, Komjen Paulus Waterpau (di tengah). (Foto: Humas Polri)

Tindak Tegas KKB, Kabaintelkam Polri Akan Terbang ke Papua

Jayapura, Pacemace.co – (Kepala Badan Intelijen dan Keamanan) Polri Komjen Paulus Waterpauw dipastikan akan berangkat ke Papua untuk bertemu dengan Kapolda dan Bupati terkait guna membahas kondisi keamanan Papua. Hal tersebut mengingat meningkatnya aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dalam beberapa hari ini, sehingga turut mempengaruhi situasi keamanan dan ketertiban di sana.

Paulus mengatakan masukan dan solusi dari Papua damai akan menjadi topik perbincangan nantinya. “Kami komunikasi dengan Pak Bupati dengan pejabat di sana, Pak Kapolda dan Pangdam di sana, nanti malam saya akan berangkat ke Papua dalam rangka itu, melihat situasi di sana dan kemudian membantu memberikan fikiran-fikiran, memberikan solusi pemecahan masalah,” ujar Paulus dalam keterangan resminya, Senin (19/4/2021).

Lebih lanjut, ia menegaskan akan menindak tegas KKB di wilayah Indonesia terutama di daerah Papua. Mereka ini selalu mengganggu masyarakat saat kondisi di suatu wilayah telah damai.

“Kalau mereka datang dengan perlengkapan seragam atau identitas khusus pasti kami akan tindak tegas, mengganggu dalam waktu tertentu, sudah aman, sudah landai, damai kemudian dia terus melakukan upaya-upaya itu, itu ada pesan pada mereka,” ujarnya.

KKB dinilai kerap membuat onar lantaran tak ada aktifitas lain atau pekerjaan. Oleh karena itu, pelibatan semua unsur akan dilakukan untuk menangani KKB di Papua. Ia meminta semua orang untuk mendukung kebijakan tersebut guna menindak tegas KKB di daerah manapun. Sebab, Kelompok-kelompok (KKB) ini tidak membawa sesuatu perlengkapan, dan suka mengganggu masyarakat karena tidak memiliki pekerjaan.

Runtutan Aksi KKB di Papua

Untuk diketahui, Aksi KKB di Papua semakin mencemaskan. Ada beberapa runtutan kejadian yang dilakukan KKB, mulai dari penembakan guru, pembakaran sekolah, hingga peristiwa terbakarnya satu helikopter yang terparkir di Bandara Illaga, Puncak.

Dalam penembakan guru, seorang bernama Oktovianus Rayo (43), harus tewas lantaran mengalami luka tembak di bagian rusuk kanan dan perut sebelah kanan, Kamis (8/4/2021). Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menduga pelaku penembakan guru tersebut berasal dari anggota KKB pimpinan Sarbinus Waker.

Tidak berselang lama, keesokan harinya, KKB kembali menembak guru SMPN di Distrik Beoga. Korban bernama Yoanatan Renden tewas tertembak ketika sedang berkendara mencari terpal guna menutupi jenazah Oktovianus Rayo.

Seusai kejadian tersebut, KKB kembali membakar tiga sekolah yang terdapat di wilayah Beoga. KKB kembali membakar satu helikopter yang terparkir di Bandara Ilaga. Tapi, pihak kepolisian menjelaskan helikopter yang dibakar sedang tidak dipakai karena rusak pada bagian mesinnya.

Tidak berhenti di situ, KKB kembali beraksi dengan menembak mati seorang tukang ojek atas nama Udin di Kampung Eromaga, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak pada Rabu (14/4/2021). Korban tewas karena mengalami dua luka tembakan, satu di dada kanan yang tembus punggung bagian kiri, dan satu lagi di pipi bagian kanan. Korban pun meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).

Aksi terakhir, KKB menganiaya seorang pedagang bakso keliling di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, pada Minggu (18/4/2021). Korban tersebut bernama Asep Saputra (50), yang dianiaya menggunakan senjata tajam oleh dua anggota KKB. (FB/Pacemace)