Kapolda Papua, Mathius D Fakhiri. (Foto: Kompas.com/Dhias Suwandi)

Situasi Mencekam, Kapolda Papua: KKB di Papua Harus Dibersihkan

Timika, Pacemace.co – Eskalasi tindak kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dalam beberapa hari ini terus meningkat, khususnya di Kabupaten Puncak. Hal tersebut menyebabkan situasi keamanan dan ketertiban di sana terganggu. Untuk itu, Polda Papua akan terus bernisiatif memburu dan akan menyapu bersih KKB yang bergerilya di Kabupaten Puncak.

Hal demikian disampaikan oleh Kapolda Papua Inspektur Jenderal Pol Mathius D Fakhiri kepada wartawan di Timika, sebagaimana dilansir dari Antaranews.com, Jumat (7/5/2021).

Mathius menegaskan, pihaknya bersama TNI akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap KKB di Kabupaten Puncak yang kini menjadi basis operasinya. Operasi ini akan berhenti sampai wilayah tersebut bersih dari kelompok-kelompok bersenjata yang dimaksud.

“Kami tetap melakukan penegakan hukum sampai dipastikan wilayah Ilaga dan Kabupaten Puncak seluruhnya bersih dari KKB. Saya tegaskan bahwa aparat TNI-Polri tidak akan mendur selangkah pun. Kami akan melakukan penegakan hukum terhadap KKB dalam beberapa waktu ke depan,” kata Mathius, Selasa (4/5/2021).

Mathius mengatakan pihaknya tidak akan memberi ampun kepada KKB. Apalagi tindakannya semakin membabi buta, sebagaimana aksi terakhir mereka telah melakukan pengrusakan fasilitas umum dan membakar gedung sekolah serta puskesmas di Kampung Majuberi, Distrik Ilaga Utara, Puncak, pada Minggu malam (2/5/2021).

Ia berharap kejadian tersebut tidak lagi terulang ke depan sebab, bangunan-bangunan itu merupakan fasilitas umum untuk mendukung pelayanan masyarakat di sana. Ia pun mengajak masyarakat setempat agar berani melawan KKB atau siapapun yang mengganggu keamanan.

“Masyarakat harus berani melawan orang-orang yang datang mengganggu keamanan di wilayah kampung kita masing-masing,” ujarnya.

pace mace, papua, pacemace

Sementara sebelumnya, Polri mengungkapkan ada dua kendala dalam memberantas KKB di sana, salah satunya mereka kerap menyamar sebagai penduduk biasa.

“Ya kendala-kendala kan tentunya medan di sana tidak seperti di sini. Medannya pegunungan segala macam kan, membutuhkan sumber daya yang harus maksimal. Itu pertama, medan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam keterangan resminya, di Bareskrim Polri, Senin (26/4/2021).

Menurut Rusdi, anggota KKB yang masuk ke penduduk sulit diidentifikasi. Pola mereka bergaul dengan penduduk sekitar agar tetap eksis. “Kelompok-kelompok ini sering masuk ke penduduk, menyamar-menyamar dengan penduduk. Sering masuk ke penduduk-penduduk, nyamar dia. Itu menjadi pola-pola mereka bagaimana mereka untuk tetap eksis di sana,” ujarnya. (FB/Pacemace)

pace mace, papua, pacemace