Pihak kepolisian setempat bernegosiasi dengan warga yang melakukan aksi pemalangan Gedung Puskesmas Karubaga. (Foto: Dok. Humas Polri)

Sejumlah Warga Tutup Paksa Puskesmas Karubaga di Tolikara Papua

Wamena, Pacemace.co – Sejumlah warga menutup paksa aktivitas Puskesmas Karubaga di Kabupaten Tolikara, Papua, pada Senin (12/7/2021). Mereka memalang pintu masuk puskesmas lantaran merasa tidak diakomodir terkait hak ulayat lokasi pembangunan gedung tersebut.

“Masyarakat merasa tidak diakomodir secara langsung mengenai hak ulayat lokasi tempat dibangunnnya Gedung Puskesmas tersebut oleh pemerintah sehingga melakukan hal tersebut,” terang Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/7/2021).

Kamal menjelaskan warga setempat mengklaim kepemilikan tanah hak ulayat tersebut berdasarakan hukum adat di lingkungan wilayahnya. Sebagaimana dimuat dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok Agraria yang mengakui keberadaan hak ulayat.

Kemudian ditegaskan juga dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua. Dalam perundang-undangan tersebut menyebutkan bahwa pemberian pengakuan terhadap hak ulayat adat di Papua.

Menurut Kamal, hak ulayat yang dimaskud adalah sebagai persekutuan yang dimiliki oleh masyarakat hukum adat tertentu atas suatu wilayah yang merupakan lingkungan hidup para warganya. Hal ini meliputi, pemanfaatan tanah, hutan, air serta isinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, ia berencana akan mengumpulkan pihak-pihak yang melakukan pemalangan untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi.

pace mace, pacemace, papua

Senada dengan itu, Kasat Samapta Ipda Zabur Esomar turut menyayangkan terjadinya penutupan gedung puskesmas. Sebab, gedung tersebut sangat vital untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini merupakan salah satu pusat objek vital dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat kita yang sakit dan berobat dan yang akibat dari masyarakat merasa tidak diakomodir secara langsung mengenai hak ulayat lokasi tempat dibangunnya Gedung Puskesmas tersebut oleh pemerintah sehingga melakukan hal tersebut,” ungkap Ipda Zabur.

Ia didampingi Kapolsek Karubaga Ipda Ronald E. Marisan bersama anggota telah melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan sudah bernegosiasi dengan masyarakat perihal pemalangan Gedung Kantor Puskesmas tersebut.

“Kami juga harap hal ini tidak lagi terjadi dikarenakan menggangu aktivitas pelayanan kantor publik, terlebih lagi pelayanan kesehatan yang sangat penting pada saat ini,” tutupnya. (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua