Ilustrasi PT Freeport Indonesia. (Foto: Dok Istimewa)

Pemprov Papua: Saham PT Freeport Mulai Digenggam Bulan April 2021

Timika, Pacemace.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebutkan akuasisi saham PT Freeport Indonesia sudah sampai penyiapan akta notaris. Penandatanganan tersebut direncanakan bisa ditandatangani pada bulan April mendatang. Di mana dari 10 persen saham yang diakuisisi, sebanyak 7 persennya akan dimiliki Kabupaten Mimika dan 3 persen lainnya untuk Pemprov Papua.

Kepala Biro Hukum Sekretariat Daerah Pemprov Papua Derek Hegemur menjelaskan, akuisisi tersebut akan dikelola oleh PT Divestasi Mandiri yang telah mendapatkan persetujuan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada November 2020. Seluruh Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Papua Divestasi Mandiri pun telah disiapkan.

“Awal bulan April sudah bisa ditandatangani akta notarisnya. Kami serius sudah sampai tahapan sedemikian rupa,” kata Derek Hegemur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII, Rabu (31/3/2021) dikutip dari Investor.id.

Menurut Derek Hegemur, adapun susunan Dewan Direksi dan Dewan Komisaris PT Divestasi Mandiri sesuai keputusan yang ditetapkan gubernur. Di mana Dewan Komisaris terdiri dari komisaris utama satu orang, dan komisaris dua orang. Sementara Dewan Direksi meliputi direksi utama, direksi bisnis dan keuangan, serta direksi umum dan SDM.

Dari segi permodalan, BUMD Divestasi Mandiri telah memiliki modal dasar sebesar Rp 3 miliar dengan modal pertama senilai Rp 2 miliar. Rinciannya, Rp 600 juta dari Pemprov Papua dan Rp 1,4 miliar dari Pemkab Mimika.

pace mace, pacemace, papua

Sementara itu, Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND IND) Orias Petruk Moedak mengungkapkan, masyarakat Papua sudah bisa menikmati dividen PT Freeport Indonesia pada tahun 2021 ini. Peralihan saham dari PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPMM) ke BUMD Divestasi Mandiri secara resmi sudah dibentuk. Pihaknya sementara menunggu surat dari Pemprov Papua dan Pemkab Mimika terkait pembentukan BUMD tersebut.

Untuk sementara, kepemilikan saham Freeport saat ini 26,6 persen dimiliki oleh MIND ID, kemudian IPMM sebesar 25 persen dan Freeport McMoran sebesar 48,8 persen. Sementara saham IPMM dimiliki oleh MIND ID dan BUMD Papua dengan porsi 60-40 persen. Namun saat ini masih 100 persen dipegang oleh MIND ID Lantaran BUMD Papua masih dalam proses pembentukannya.

“Sudah kita ketahui bersama bahwa ada Papua Divestasi Mandiri yang akan menjadi pemegang saham, tetapi secara resmi belum disampaikan sekaligus dengan kepengurusannya seperti apa,” kata Petruk.

Lebih lanjut, Petruk menjelaskan besaran dividen yang akan diperoleh PT Divestasi Mandiri pada tahun 2021 ini yakni, US$ 200 juta, kemudian akan meningkat US$ 400 juta di tahun 2022. Dividen tersebut akan semaki meningkat di tahun 2023 mendatang dengan besaran US$ 1 miliar, dan di tahun 2024 akan membengkak sampai US$ 1,5 miliar.

Petruk menuturkan besaran dividen di atas hanya angka konservatif sesuai dengan asumsi harga copper dalam rencana jangka panjang. Meski demikian, ia berharap dividen tersebut bisa lebih besar lagi menyusul kenaikan harga komoditas saat ini. (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua