Ilustrasi PPN (Foto: dok. Istimewa)

Pemerintah Naikkan PPN 12%, Berikut Jenis Barang Yang Terdampak

Jakarta, Pacemace.co – Pemerintah berencana menaikkan pungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 menjadi 12 persen untuk sejumlah bahan pokok. Rencana besaran kenaikan tarif itu tertuang dalam draf RUU Perubahan Kelima Atas Undang-Undang No. 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).

Hal yang mendasari pemerintah dalam menaikkan PPN secara umum karena PPN 10 persen yang diberlakukan oleh negara saat ini sangat kecil dibandingkan dengan negara negara lainnya. Sehingga untuk menambah penerimaan perpajakan, pemerintah berencana menerapkan tarif PPN sebesar 12 persen.

Menurut Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo, skema ini memberikan rasa keadilan dengan pengenaan tarif yang lebih tinggi untuk barang mewah atau sangat mewah.

“Juga pengenaan tarif lebih rendah untuk barang-barang dan jasa tertentu yang dibutuhkan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Suryo Utomo dilansir dari indonesia.go.id, Kamis (10/6/2021).

Di dalam Pasal 4A draft RUU KUP, pemerintah menetapkan akan menghapus beberapa jenis barang yang tidak dikenai PPN. Jenis barang pertama adalah yang termasuk kelompok barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya kecuali pertambangan batu bara. Adapun jenis barang kedua yang dihapus untuk tidak dikenai PPN adalah barang kebutuhan pokok (sembako).

pace mace, pacemace, papua

Daftar sembako atau kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan rakyat banyak tersebut awalnya tercantum di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 116/PMK.010/2017. Mengacu PMK tersebut, jenis sembako yang tidak dikenai PPN di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Beras dan gabah
  2. Jagung
  3. Sagu
  4. Kedelai
  5. Garam konsumsi
  6. Daging
  7. Telur
  8. Susu
  9. Buah-buahan
  10. Sayur-sayuran
  11. Ubi-ubian
  12. Bumbu-bumbuan
  13. Gula konsumsi

Tidak hanya sembako, jenis barang hasil pertambangan atau hasil pengeboran yang diambil langsung dari sumbernya juga kini dihapus dari daftar pengecualian PPN. Seperti dikutip dari PP Nomor 144/2000, berikut daftar hasil pertambangan/pengeboran yang akan dikenakan PPN:

  1. Minyak Mentah (crude oil)
  2. Gas Bumi
  3. Panas Bumi
  4. Pasir dan Kerikil
  5. Batubara sebelum diproses menjadi Briket Batubara
  6. Bijih Besi, Bijih Timah, Bijih Emas, Bijih Tembaga, Bijih Nikel, dan Bijih Perak serta Bijih Bauksit (NL/Pacemace)
pace mace, pacemace, papua