Sumber Foto: suarapapua.com

KKB di Papua Berulah Menjelang Sidang Umum PBB

Intan Jaya, PACEMACE.co – Situasi di Kabupaten Intan Jaya, Papua mencekam dalam sepekan terakhir. Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali berulah. Dua anggota TNI dan seorang warga sipil dinyatakan meninggal dunia setelah terkena luka tembak.

Dalam catatan pacemace.co, situasi mencekam ini mulai terasa sejak Minggu (13/9/2020) ketika dua orang tukang ojek menjadi sasaran tembak KKB di Kampung Titigi, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Keduanya mengalami luka tembak dan senjata tajam sehingga harus dievakuasi ke Mimika untuk mendapatkan perawatan.

Lihat KKB Kembali Berulah di Intan Jaya

Empat hari berselang, KKB kembali berulah di Distrik Sugapa. Satu anggota TNI dan dan seorang tukang ojek menjadi korban keganasan KKB, Kamis (17/09/2020).

Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II, Kolonel Czl IGN Suriastama menyampaikan, KKB Intan Jaya pada hari yang sama pada pukul 10.50 WIT menyerang tukang ojek bernama Ahmad Badawi (49) di belakang SD YPPK Santo Mikael, Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Papua.

Siang harinya, sekitar pukul 14.20 WIT, KKB Intan Jaya kembali berulah. Kelompok separatis tersebut menghadang rombongan anggota TNI yang membawa logistik. Aksi tersebut menyebabkan seorang Babinsa Serka Sahlan gugur tertembak.

Kedua korban dinyatakan meninggal dunia setelah kekurangan darah.

Lihat Mencekam, KKB Intan Jaya Seminggu berulah 4 kali

Terbaru, kelompok separatis tersebut kembali melakukan aksinya, Sabtu (19/09/2020) pukul 13.17 WIT di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya.

Informasi yang didapatkan tim pacemace.co, kelompok kriminal bersenjata tersebut sempat baku tembak dengan Satgas BKO Apter Koramil Persiapan Hitadipa. Akibat kejadian tersebut, seorang anggota Satgas BKO Apter Koramil Persiapan Hitadipa terkena tembakan di bagian ketiak kiri.

Setelah sempat dalam kondisi kritis, korban a.n Pratu Dwi Akbar Utomo (Yonif 711/RKS/Brigif 22/OTA, DAM XIII/MDK) dilaporkan meninggal dunia pukul 14.50 WIT.

Satgas BKO Aparat Teritorial (Apter) merupakan satgas yang bertugas menyiapkan koramil dan kodim baru di Provinsi Papua. Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk membantu pemerintah daerah melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dengan tujuan akhir meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.

Menjelang Sidang Tahunan PBB

Dikutip dari kompas.com, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Kol Czi IGN Suriastawa menilai, meningkatnya serangan KKB di Papua terjadi menjelang sidang Umum PBB pada 22-29 Semptember 2020 mendatang.

“Gerombolan ini memang selalu memanfaatkan momen-momen tertentu untuk cari perhatian dunia internasional dan kali ini menjelang sidang umum PBB minggu mendatang,” ungkap Suriastawa dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (19/09/2020).

Suriastawa bahkan menyebut, salah satu pentolan KKB telah membuat pernyataan di media sosial akan mengincar setiap pesawat yang masuk ke wilayah Papua.

“Pada hari ini, melalui akun medsosnya, salah satu pentolan gerombolan teroris separatis ini secara terbuka mengeluarkan pernyataan ancaman, intimidasi, dan provokasi kepada seluruh penerbangan di Papua yang mengangkut personel TNI dan Polri,” pungkasnya.

Secara terpisah, seperti diungkap oleh seputarpapua.com, kelompok kriminal tersebut mengklaim bertanggung jawab atas kejadian di Intan Jaya.

Sebby Sambon, Jubir Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB OPM) (red. KKB), melalui pernyataan resminya mengatakan, pihaknya tidak akan kendur. Aktivitas perlawanan, menurutnya, akan terus meningkat jika pemerintah Indonesia terus mengirimkan anggota TNI/Polri ke Papua secara berlebihan.

“Hal ini bisa terjadi karena kebiasaan anggota TNI/Polri yang melakukan penyisiran di lingkungan masyarakat secara sewenang-wenang. Indonesia juga belum penuhi hak politik bangsa Papua, maka revolusi total akan berlaku. Kami akan terus lakukan penyerangan hingga Indonesia mau duduk di meja perundingan,” pungkas Sebby. (IN/AR).