Ilustrasi Kebakaran (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

KKB Bakar Jaringan Telekomunikasi di Kabupaten Puncak

Ilaga, Pacemace.co – Kelompok Kriminal Besenjata (KKB) kembali berulah dengan membakar jaringan telekomunikasi tower Base Tranceiver Station (BTS) 5 milik PT Palapa Ring Timur di perbukitan Duagi, wilayah Muara, Distrik Ilaga utara, Kabupaten Puncak, Senin (8/2/2021). BTS yang sedang dalam tahap perbaikan kembali dibakar oleh KKB sehingga merugikan warga setempat karena jalur komunikasi terputus.

Kapolres Puncak Ajun Komisaris Besar Dicky Hermansyah Saragih menjelaskan, KKB yang diduga terlibat dalam pembakaran material BTS 5 ini yakni, pihak Lekagak Telenggen. Mereka membakar material yang merupakan alat untuk mengganti kerusakan BTS 5 yang sempat dibakar pada 6 Januari 2021 lalu.

“Mereka membakar material BTS 5 sekitar pukul 09.00 Waktu Indonesia Timur (WIT),” uajr Dicky, dilansir dari Kompas.id, Rabu (10/2/2021).

Sementara itu, teknis Telkom PT Palapa Ring Timur Telematika Sely Danda menyebutkan, bahwa dirinya dihubungi via telepon oleh Kepala Kampung Toegi Jaose Hagabal yang didamping Kasar Waker selaku anggota KKB untuk mengabarkan peristiwa pembakaran tersebut.

Baca juga Awal Tahun 2021, KKB Lancarkan 9 Aksi di Papua

Dalam pembicaraan itu, anggota KKB juga meminta agar uang jaminan sebesar Rp 1 milyar jika ingin membangun di kawasan tersebut.

Selain itu, pihak KKB juga menginginkan tidak adanya helikopter yang melintas di wilayah sekitar perbukitan. Hal tersebut supaya tidak adanya pasukan yang mengejar mereka. Sementara di lain sisi, Sely menganggap helikopter ini akan digunakan untuk mengangkut material tower ke atas bukit.  

Sementara itu, Bupati Puncak Willem Wandik merasa sedih saat mendengar informasi fasilitas BTS dibakar. Menurutnya, masa depan anak-anak Puncak untuk mendapatkan ilmu pengetahuan melalui internet terhambat dan pelayanan pemerintah melalui tidak berjalan optimal.

“Kami berjuang selama bertahun-tahun agar fasilitas tersebut bisa hadir di Puncak. Ternyata ada pihak yang dengan mudah membakar fasilitas tersebut,” ucap Willem Wandik.

Baca juga BTS Terbakar, Layanan Internet di Puncak Papua Terganggu

Untuk diketahui, Berdasarkan data PT Palapa Timur Telematika mencatat setidaknya terdapat 174 kasus vandalisme terhadap fasilitas Palapa Ring Timur. Kasus ini disinyalir menjadi yang terbanyak di wilayah Indonesia yang dilintasi jaringan internet serat optik. Akibatnya, jaringan komunikasi di Papua terhambat dan negara mengalami kerugian hingga ratusan miliar.

Project Manager PT Palapa Timur Telematika Herald Napitupulu mengatakan, vandalisme terjadi dalam berbagai bentuk. Mulai dari perusakan optik, pembakaran perangkat, hingga ancaman terhadap pekerja proyek Palapa Ring Timur. Ia juga mencatat adanya 4 kasus vandalisme berat di Papua. 

“Tercatat dari bulan Desember 2019 hingga Januari 2021 total vandalisme yang dialami kurang lebih sebanyak 174 kasus,” ungkap Herald dalam Webinar dengan topik penjelasan aksi vandalisme atas fasilitas Palapa Ring Timur, Rabu (20/1/2021). (FB/Pacemace)

pace mace, papua, pacemace