Ilustrasi kendaraan pemudik. (Foto: Kompas.com/Garry Lotulung)

Kemenhub Tegas Larang Mudik, Begini Pengendalian Transportasi

Jakarta, Pacemace.co – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sangat mendukung kebijakan larangan mudik lebaran 2021 yang mulai berlaku tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kemenhub sedang menyiapkan peraturan guna mengendalikan transportasi pada periode yang dimaksud. 

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan kebijakan larangan mudik sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo, di mana presiden menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tinggal di rumah saja. Untuk itu, pihaknya tengah membangun koordinasi dengan berbagai pihak guna pengendalian tranportasi baik di darat, laut maupun udara. 

Menurut Budi, salah satu pihak yang sudah berkoordinasi adalah Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri terkait pengendalian transportasi darat. Hal yang akan dilakukan dengan menerapkan penyekatan di sejumlah titik yang merupakan jalur mudik. 

“Kita akan secara tegas melarang mudik dan akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi,” kata Budi dalam keterangan resminya usai sidang kabinet membahas penanganan Covid-19 menghadapi bulan puasa dan libur Idul Fitri 1442 H/2021 M. 

Sementara bagi transportasi perkerataapian, pihaknya akan mengurangi layanan dan hanya disediakan layanan Kereta Api Luar Biasa, serta beberapa rute kereta api di kawasan aglomerasi. 

pace mace, pacemace, papua

Hal yang sama diberlakukan juga di jalur transportasi laut. Layanan hanya akan diberikan secara terbatas dan juga layanan transportasi laut luar biasa. 

Seperti diketahui, aturan pengendalian transportasi dibuat untuk menindaklanjuti pelarangan mudik, seperti yang telah diumumkan oleh Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, pada 26 Maret 2021. 

Pelarangan mudik tersebut didasari oleh pertimbangan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dan hasil keputusan rapat koordinasi tingkat menteri. Selain itu, dengan pertimbangan penularan dan kematian Covid-19 yang masih tinggi, terutama pasca libur panjang.

Menko PMK Muhadjir Effendy menegaskan sebelum dan sesudah tanggal tersebut, masyarakat dihimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar daerah. Kecuali, dalam keadaan genting dan mendesak sehingga perlu untuk dilakukan perjalanan.

“Cuti bersama Idul Fitri satu hari ada, tapi enggak boleh ada aktivitas mudik. Pemberian Bansos akan diberikan,” kata Menko PMK Muhadjir Effendi, Jumat (26/3/2021). (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua