Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim. (Foto: Kemendikbud RI)

Kemendikbud Luncurkan Dua Program Vokasi

Jakarta, Pacemace.co – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan dua program vokasi yaitu program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Diploma Dua (D2) jalur cepat dan program Peningkatan Prodi Diploma Tiga (D3) menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat-D4).

Program ini bertujuan sebagai terobosan untuk memaksimalkan penyerapan lulusan vokasi ke Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI).

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, dua program ini dapat menambah daya tarik pendidikan vokasi. Sebab, peserta didik diberikan kesempatan untuk dapat memilih yang terbaik untuk dirinya.

Selain itu, program pendidikan vokasi menjadi salah satu usaha mempersiapkan calon tenaga kerja yang andal dan matang.

“Peserta didik berkesempatan menambah satu tahun untuk mendapatkan keterampilan yang lebih dalam, sehinga berpeluang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik,” kata Nadiem dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (15/12/2020).

Nadiem menjelaskan pada dasarnya dua program vokasi yang diluncurkan Kemendikbud untuk memperkuat pengalaman peserta didik agar mampu selaras dengan kebutuhan DUDI.

Kedua program ini, lanjut Nadiem, bagian dari sekian banyak program Merdeka Vokasi yang berorientasi pada sambung-suai pendidikan vokasi dengan DUDI.

“Yang secara berkala akan diluncurkan ke depannya,” imbuhnya.

pace mace, papua, pacemace

Menghasilkan Lulusan Terampil

Sementara itu, Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto memaparkan munculnya kedua program ini untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan keinginan dan bakat peserta didik vokasi di masa datang.

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong keterserapan lulusan pendidikan vokasi di dunia usaha dan industri. Salah satu satunya dengan mendorong terwujudnya program sambung-suai (link and super-match) antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Menurut Wikan, pendidikan vokasi diarahkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang terampil kompeten, berdaya saing, dan berkarakter sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Maka dari itu, perlu ada komitmen dari semua pihak untuk membangun link and super-macth antara dunia pendidikan vokasi dengan DUDI.

“Ini sangat dibutuhkan untuk menghadirkan lulusan yang relevan dengan pasar kerja sehingga keterserapan lulusan lebih terjamin,” kata Wikan.

Wikan menjelaskan bahwa program Jalur Cepat SMK-D2 hasil dari skema perpaduan dunia pendidikan dengan DUDI yang melibatkan tiga pihak, yakni SMK, Pendidikan Vokasi Tinggi (PTV), dan DUDI.

Outputnya, peserta didik dapat mendapatkan kompetensi yang lebih tinggi melalui mekanisme yang praktis, yang disertai dengan gelar atau level ijazah lebih tinggi.

“Skemanya, siswa mampu menempuh enam semester di SMK dan tiga semester menjadi mahasiswa di level pendidikan tinggi,” terangnya.

Sementara, program Peningkatan Prodi D3 menjadi Sarja Terapan (D4) di mana peserta didik akan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi, serta berpeluang menjadi supervisor produksi atau pelaksana lapangan andal yang dibutuhkan oleh DUDI.

“Termasuk dalam hal pengembangan kerja sama luar negeri dan pengembangan kewirausahaan yang tangguh,” papar Dirjen Pendidikan Vokasi itu. (FB/Pacemace)

pace mace, papua, pacemace