Gedung Kemendagri, Jakarta Pusat. (Foto: Papuakini.net)

Kemendagri: Belum Ada Komunikasi Resmi Deklarasi Provinsi Papua Selatan

Jakarta, Pacemace.co – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyebutkan belum ada komunikasi resmi terkait deklarasi pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan. Keempat bupati di bagian selatan Papua yang melakukan deklarasi tersebut dinilai terlalu cepat, sebab sejauh ini belum ada pembahasan terkait pemekaran wilayah di Tanah Cenderawasih.

“Terkait dengan deklarasi pembentukan Provinsi Papua Selatan sejauh ini belum ada komunikasi resmi dengan Kemendagri,” kata Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Benni Irwan, seperti dikutip di Republika.co.id, Kamis (17/6/2021).

Benni menjelaskan Revisi Undang-Undang Otonomi Khusus Papua sementara ini masih dalam proses pembahasan di DPR RI, sehingga pihaknya belum melakukan pembahasan terkait pemekaran wilayah di Papua.

Selain itu, perihal kebijakan penataan daerah terkait pemekaran daerah otonomi baru masuk dalam kewenangan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD). Sementara keputusan terakhirnya ada di Wakil Presiden selaku pemimpin tertinggi DPOD.

“Kebijakan penataan daerah, dalam hal ini pemekaran daerah merupakan domain DPOD yang dipimpin oleh Wakil Presiden untuk memutuskannya,” ujarnya.

pace mace, pacemace, papua

Sebelumnya, hal serupa pernah ditegaskan juga oleh Mendagri Tito Karnavian. Menurutnya, hingga saat ini belum ada daerah yang disetujui untuk melakukan pemekaran wilayah dari 317 daerah yang mengajukan pembentukan daerah otonomi baru.

Usulan mereka masih ditahan karena melihat situasi keuangan negara yang tidak memungkinkan. Negara Indonesia kini tengah menghadapi situasi pandemic covid-19, sehingga banyak anggaran yang dialihkan ke sana.

Sebagaimana diketahui, empat kepala daerah yang berada di selatan Papua mendeklarasikan pembentukan Provinsi Papua Selatan di Kabupaten Merauke, Selasa (15/6/2021). Keempat kepala daerah tersebut yakni Bupati Merauke, Bupati Asmat, Bupati Boven Digoel, dan Bupati Mappi.

Wakil Bupati Asmat sekaligus sebagai Ketua Tim Pemekaran Provinsi Papua Selatan, Thomas Eppe Safanso mengatakan aspirasi pembentukan daerah Provinsi Papua Selatan sudah bergulir sejak 2007 silam. Namun, dalam perjalanannya belum bisa ditunaikan karena terganjal dipersetujuan MRP, DPR Papua, dan Gubernur Papua.

“Benar. Tadi kami peresmian Sekber untuk tim pemekaran Provinsi Papua Selatan, yang terdiri dari gabungan empat kabupaten. Dan sekaligus deklarasi kita ingin berjuang untuk pemekaran provinsi Papua Selatan,” kata Thomas, Rabu (16/6/2021). (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua