Ilustrasi pelecehan seksual pada anak. (Foto: Shutterstock/Siam Pukkato)

Kasus Pelecehan Seksual di Papua Terus Meningkat

Pacemace.co – Direktur Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Jayapura, Nur Aida Duwila menyebut kasus kekerasan seksual kepada anak Papua dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat. Hal ini menjadi kabar yang menyedihkan terhadap situasi yang menimpa anak-anak di sana.

Dilansir dari Kompas.id, Rabu (17/3/2021), dari tahun 2019 hingga tahun 2020 kasus pelecehan seksual terhadap anak terus meningkat. Di tahun 2019, korban yang tertimpa pelecehan seksual dan kekerasan sebanyak 10 kasus, 14 kasus pada tahun 2020, dan 4 kasus dari Januari hingga Maret tahun ini.

Data terakhir kasus pelecehan dan kekerasan anak yang terjadi di Papua yakni, sebanyak 25 anak mendapat perlakuan yang tidak senonoh oleh seorang oknum pembina sebuah sekolah asrama di Mimika dari Desember 2020 hingga bulan ini. Sebanyak 25 orang tersebut, 10 orang yang menjadi korban pelecehan seksual dan 15 anak menjadi korban kekerasan.

“Sekitar 50 anak menjadi korban pelecehan seksual dan kekerasan sejak 2019 hingga maret ini. Rata-rata korban berusia 6-16 tahun,” kata Duwila.

Melalui kesempatan itu, ia menyesalkan dan sangat sedih atas kasus pelecehan anak yang terjadi di Mimika dalam beberapa hari ini. Di mana terjadi kasus pelecehan seksual sebanyak 25 anak yang dilakukan oknum DFL dan sudah ditangkap aparat Polres Mimika. “Kami minta pelaku dijerat dengan sanksi seberat-beratnya,” ujarnya.

Duwila berpandangan semestinya para pelaku pelecehan seksual dan kekerasan tidak hanya dijatuhi sanksi kurungan, akan tetapi harus mendapatkan saksi berat, seperti kebiri agar memberikan efek jera bagi pelaku.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menegaskan pelaku pelecehan seksual di atas akan diproses hukum, sesuai fakta hasil penyelidikan dan Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014. Sementara ini pelaku DFL masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Mimika.

Terkait denga korban, kata Kamal, akan diberikan pendampingan khusus dan perlindungan oleh petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Mimika. Selain itu, ia meminta kepada orangtua agar diberikan edukasi secara dini tentang perbuatan pelecehan dan kekerasan seksual. “Supaya anak bisa segera melaporkan jika mengalami masalah tersebut,” ujarnya. (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua