Ilustrasi Warga Melakukan Test Antigen Covid-19 (Foto: CNBC/Muhammad Sabki)

Kasus Baru Covid Melonjak, PPKM Mikro Kembali Diterapkan

Jakarta, Pacemace.co – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro kembali diterapkan untuk yang kesembilan kalinya. Meningkatnya kasus baru Covid-19 membuat pemerintah memutuskan kembali menerapkan PPKM mikro sesuai Instruksi Mendagri nomor 13 tahun 2021 dan berlaku pada 15-28 Juni 2021.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar kebijakan PPKM berbasis mikro diperpanjang,” demikian kutipan dari Instruksi Mendagri yang dikutip Selasa (15/6/2021).

Naiknya kasus aktif covid-19 dalam beberapa waktu terakhir diprediksi karena masyarakat mulai mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, terutama dalam penggunaan masker.

“Bapak Presiden sudah menyampaikan agar masalah masker ini terus-menerus digencarkan, jangan kendor karena terlihat memang agak kendor dibanding awal-awal kita aktif membagikan masker, kampanye masker,” ungkap Mendagri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Perkembangan Pelaksanaan PPKM Mikro melalui Video Conference, Senin (14/6/2021).

Dengan diterapkannya kembali PPKM mikro, pembatasan untuk aktivitas perkantoran di zona merah diharapkan menerapkan kerja dari rumah sebanyak 75% pekerja yang diatur secara bergiliran, sementara 25% sisanya diperbolehkan bekerja di kantor dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Kemudian, untuk kegiatan belajar mengajar bagi zona merah wajib melalui daring (online) 100 persen. Bagi wilayah zona kuning dan oranye, kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan tatap muka terbatas dengan ketentuan dua hari dalam satu minggu dan dua jam setiap kali pertemuan.

pace mace, pacemace, papua

Pembatasan mikro juga diterapkan untuk aktivitas perdagangan jual beli, aktivitas di rumah makan dan pusat perbelanjaan dibatasi hingga pukul 21.00 dengan kapasitas pengunjung maksimal 50%, tak lupa tetap dengan mematuhi protokol kesehatan.

Tempat ibadah di wilayah zona merah juga kembali ditutup sementara. Masyarakat diminta untuk beribadah dari rumah demi menekan angka penambahan kasus baru covid-19.

Melalui Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021 juga, Tito memerintahkan para gubernur dan wali kota terus melakukan pemantauan, pengendalian, dan evaluasi pandemi di daerah masing-masing.

Para kepala daerah diminta melakukan sosialisasi PPKM mikro kepada warga. Apabila terdapat pelanggaran, dilakukan pemberian sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Gubernur dan wali kota juga diminta mengintensifkan penerapan 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kemudian, menguatkan 3T atau testing, tracing, dan treatment. (NL/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua