Hoaks Uang Pecahan 100 Rupiah (Foto: WahanaNews)

BI Klarifikasi Hoaks Uang Pecahan 100 Rupiah Bergambar Jokowi

Jakarta, Pacemace.co Bank Indonesia (BI) klarifikasi berita hoaks seputar munculnya uang 100 rupiah baru bergambar Presiden Joko Widodo. Dalam video yang sempat viral di media sosial TikTok tersebut, terlihat pecahan uang Rp 100 bercorak warna merah dengan satu sisi uang bergambar Presiden Jokowi dan di sisi lain bergambar Istana Negara.

Menanggapi beredarnya berita tersebut, Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono menegaskan bahwa hingga saat ini Bank Indonesia belum mengeluarkan uang pecahan baru.

Erwin memastikan uang beredar dalam video tersebut hoaks. Dengan demikian, ia meminta masyarakat untuk tidak menyebar luaskan berita bohong tersebut, juga meminta pihak-pihak yang telah menyebarkan postingan terkait uang bergambar Jokowi tersebut untuk segera menghapus postingannya di media sosial.

“Kami sangat ingin menyampaikan kepada para netizen untuk berhati-hati di area Rupiah yang merupakan simbol kedaulatan NKRI ini,” tutur Erwin dilansir dari Kompas, Senin (08/02).

Pihak Bank Indonesia akan segera menyelidiki munculnya berita hoaks tersebut serta mencegah beredarnya berita hoaks serupa di kalangan masyarakat Indonesia.

pace mace, papua, pacemace

Redenominasi Rupiah

Sebagaimana diketahui, berita hoaks yang muncul tersebut seiring dengan menguatnya wacana redenominasi rupiah dari Kementerian Keuangan. Rencana perubahan nilai rupiah tersebut sebelumnya sempat diusulkan Menkeu RI Sri Mulyani bersama Bank Indonesia (BI) kepada Presiden Jokowi pada 2017 silam.

Redenominasi rupiah bahkan telah tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

Dalam PMK tersebut, Kemenkeu mencatat dua alasan pentingnya penyederhanaan nilai mata uang rupiah. Pertama, untuk menimbulkan efisiensi berupa percepatan waktu transaksi, berkurangnya risiko human error, dan efisiensi pencantuman harga barang/jasa karena sederhananya jumlah digit rupiah.

Kedua, untuk menyederhanakan sistem transaksi, akuntansi dan pelaporan APBN dengan tidak banyaknya jumlah digit rupiah, pencatatan transaksi akan jauh lebih mudah.

Kemungkinan penyederhanaan nilai rupiah akan diimplementasikan dengan memangkas 3 digit, seperti pecahan 1.000 rupiah yang saat ini beredar nantinya akan berubah menjadi 1 rupiah, atau pecahan 100.000 rupiah berubah menjadi 100 rupiah dan seterusnya.

Keseriusan pemerintah juga ditunjukkan melalui Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perubahan Harga Rupiah atau RUU Redenominasi juga ditetapkan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Jangka Menengah Tahun 2020-2024.

Meskipun rencana redenominasi rupiah tersebut semakin menguat, namun dalam pelaksanaannya masih harus menunggu kesiapan pemerintah dan masyarakat, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang menurun akibat pandemi Covid-19. (AR/Pacemace)

pace mace, papua, pacemace