Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah, Christian Sohilait. (Foto: Kabarpapua)

Bantuan Kuota Pendidikan Di Papua Belum Seluruhnya Dicairkan

Jayapura, Pacemace.co – Sejumlah siswa, mahasiswa, guru, dan dosen di Provinsi Papua belum seluruhnya mendapatkan bantuan kuota pendidikan dari Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Jumlah keselurahan mereka yang tercatat di Dinas Pendidikan Provinsi Papua ada 157.000 orang. Di mana jumlah siswa kurang lebih 600 ribu, guru 20 ribu, dan jumlah mahasiswa serta dosen di perguruan tinggi sebanyak 700 ribu. Dari jumlah tersebut diperkirakan baru 25 persen yang mendapatkan bantuan kuota.

“Maka yang mendapatkan kuota internet di Papua hanya tereliasasi 25 persen saja yang memperolehnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua Christian Sohilait di Jayapura dikutip dari Antara, Kamis (19/11/2020).

Menurut Christian, terhambatnya realisasi bantuan kuota dipengaruhi akses internet yang belum merata di seluruh daerah Papua.

Dari data Christian, kurang lebih hanya 35 persen daerah Papua yang memiliki akses internet baik. Selebihnya adalah daerah yang tidak memiliki akses jaringan internet, sehingga pantas tidak mendapatkan bantuan kuota dari Kemendikbud.

“Kami menilai jika menilik data tersebut maka efektifitas bantuan tersebut minim yakni 25 persen yang dapat digunakan,” kata Christian.

Meskipun demikian, Christian berharap orang-orang yang termasuk dalam mendapatkan bantuan kuota agar dipergunakan dengan semaksimal mungkin.

“Dharapakan bantuan tersebut digunakan dengan baik,” imbuhnya.

Dinas Pendidikan, Perpusatakaan dan Arsip Daerah menjelaskan pihaknya tengah melakukan pendataan ulang bagi orang-orang tergolong bagian dari 25 persen. Langkah monitoring ini dilakukan supaya kuota yang diterima benar-benar dipergunakan untuk pembelajaran di masa Covid-19.

Sementara itu, bagi orang-orang yang tidak mendapatkan bantuan kuota akan diberikan pembelajaran secara luring.

“Sisanya yakni 66 persen daerah Papua yang tidak dapat jaringan internet maka kami sedang merancang pembelajaran sistem offline (luring atau luar jaringan),” tambahnya.

Christian memandang kebijakan tersebut diambil karena setiap orang memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pendidikan.

Sekedar diketahui, bantuan kuota yang disalurkan Kemendikbud untuk membantu pembelajaran jarak jauh yang dilakukan siswa, mahasiswa, guru, dan dosen.

Subsidi kuota ini akan dialokasikan selama empat bulan yakni dari bulan September sampai Desember 2020. Tahap penyaluran dilakukan melalui dua tahap tiap bulan. Tahap satu disalurkan tiap tanggal 22 – 24, sedangkan tahap dua setiap tanggal 28 – 30.

Kemendikbud sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,2 triliun yang digunakan untuk bantuan kuota selama empat bulan berturut-turut.

Jumlah pendidik dan peserta didik yang mendapatkan bantuan kuota ada 27.305.495 nomor telepon seluler (Ponsel) di seluruh Indonesia. (FB/Pacemace)