Ilustrasi bantuan kuota. (Foto: Dok istimewa)

Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Tak Membantu Pelajar di Papua

Jayapura, Pacemace.co – Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menyatakan bantuan kuota yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk seluruh pelajar di Indonesia, tidak memberikan dampak bagi siswa di wilayahnya. Dari bantuan yang ada, hanya sebagian kecil pelajar dan tenaga kependidikan merasakannya.

Kepala DPPAD Papua Christian Sohilait menjelaskan, bantuan kuota yang diterima hanya sekitar 18 persen dari jumlah keseluruhan pelajar dan tenaga kependidikan di Provinsi Papua. Data tersebut dilihat dari situasi pandemi tahun 2020 ketika Kemendikbud memberikan bantuan kuota pertama kali.

Pada saat itu, jumlah anak sekolah dari Sekolah Dasar (SD) sampai Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sederajat sebanyak 640.000 siswa. Dari jumlah tersebut, hanya 277.000 siswa yang dapat kuota internet.

Sementara bagi tenaga kependidikan yang terdiri atas guru sebanyak 22.000 dan dosen sekitar 4000-an, ditambah lagi jumlah mahasiswa sekitar 50.000-an. Mereka pun tidak keseluruhan menerima bantuan kuota internet.

pace mace, pacemace, papua

Pada tahun 2021, kebijakan bantuan kuota internet Kemendikbud digulirkan kembali. Menurut Sohilait, pemerintah pusat sangat memberikan perhatian luas biasa untuk pendidikan. Akan tetapi, ia belum bisa memastikan berapa jumlah pelajar yang menerima bantuan kuota tersebut. Bisa dipastikan jumlah penerima bantuan tidak jauh berbeda dari sebelumnya.

Untuk itu, pihaknya telah melakukan beberapa upaya dalam mengatisipasi kegiatan belajar setiap sekolah di wilayahnya. Supaya, para pelajar yang tidak memperoleh bantuan kuota internet tetap bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar. “Kami terus perbanyak kegiatan cetak buku, lalu di daerah-daerah yang masuk zona hijau sudah melakukan tatap muka,” ujar Sohilait dikutip dari Kompas.com, Kamis (1/4/2021).

Sohilait sangat berharap program vaksinasi bisa berjalan lebih cepat agar rencana penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka bisa direalisasikan di seluruh daerah.

Sampai saat ini, baru 15 kabupaten yang membuka sekolah tatap muka dari 29 kabupaten/kota yang ada di Papua. Dan itu semua berada di kawasan pegunungan.  

Seperti diketahui, Kemendikbud melanjutkan kembali bantuan kuota data internet kepada seluruh peserta didik dan pendidik di Indonesia. Kebijakan ini berlaku sejak Maret 2021 dan akan berlangsung selama tiga bulan ke depan.

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan banyaknya tanggapan positif yang datang dari masyarakat terhadap kebijakan bantuan kuota data internet di tahun 2020, sehingga kebijakan tersebut akan tetap dilanjutkan. 

“Bantuan akan disalurkan pada tanggal 11-15 setiap bulan dan berlaku selama 30 hari sejak diterima,” kata Nadiem, Senin (1/3/2021). (FB/Pacemace)

pace mace, pacemace, papua